Pengembangan
SDM Pasca Restrukturisasi di PT Timah
Pertemuan
HRD Club yang dilaksanakan pada tanggal 1 September
2000 dengan menghadirkan pembicara dari PT Timah Tbk
yang membahas topik “Pengembangan SDM Pasca
Restrukturisasi di PT Timah”. Topik tersebut semula
direncanakan dibawakan oleh Direktur Utama PT Timah
Tbk. Bpk. Erry Riyana Hardjapamengkas, namun karena
berhalangan maka digantikan oleh Bpk Ari Fauzi,
Direktur HRD PT Timah. Berikut
adalah resume dari penjelasan yang disampaikan oleh
Bpk Ari Fauzi.
PT
Timah merupakan BUMN yang telah melakukan
Restrukturisasi pada akhir tahun 1980 an, dimana
perusahaan tersebut terpaksa mengurangi karyawannya
dari 28. 000 orang hingga menjadi 5600 orang.
Latar
belakang restrukturisasi
di PT Timah disebabkan oleh:
-
Faktor eksternal
: Jatuhnya harga timah di pasaran dunia bersamaan dengan hancurnya ITC (pengaturan semacam
kartel akibat ditemukannya cadangan timah di
Brazil yang identik kondisi di PT Timah 100 tahun
lalu dan juga ditemukan cadang-an timah di RRC
sehingga harga kembali mengikuti mekanisme pasar;
munculnya komoditas pengganti; perubahan teknologi
menuju teknologi hemat material; dan upaya
penyehatan BUMN dan gerakan privatisasi.
-
Faktor internal:
produktivitas & efisiensi rendah, biaya
produksi di atas harga jual, beban fungsi dukungan
sosial (infrastruktur di daerah Bangka, Belitung
ditanggung PT Timah), jumlah karyawan terlalu
besar (28.000 orang), sistem Informasi manaje-men
tidak memadai,
defisit pen-danaan, dan hutang meningkat.
Berdasarkan
pertimbangan di atas PT Timah melakukan
restrukturisasi yang meliputi : reorganisasi (menjadi
sederhana, ringkas, berfokus pada penambangan), relokasi
kantor pusat dari Jakarta ke Pangkal Pinang, rekonstruksi
(kapal keruk, bengkel, fasilitas produksi lain), dan pengalihan
aset non produktif kepa-da instansi terkait /
dijual/ hibah.
Hasil
yang dicapai dari restrukturi-sasi tersebut mulai
nampak pada tahun 1992 dimana perusahaan mu-lai meraih
keuntungan, produktivitas meningkat dari semula 0.9
ton/karyawan menjadi 7 ton per karyawan.
Kini
PT Timah memposisikan seba-gai perusahaan pertambangan
timah terpadu (eksplorasi, penambangan, peleburan,
pemasaran), memiliki kapasitas peleburan kedua
terbesar di dunia yang mampu menghasilkan logam timah
dengan tingkat kemur-nian dan kualitas yang konsisten
dengan harga pokok terendah di dunia.
Pasca
Restrukturisasi PT
Timah menghadapi tantangan seperti: fluktuasi harga
timah vs biaya usaha; peningkatan persaingan; target
pe-rtumbuhan perusahaan; penurunan cadangan timah dan
tantangan di-versifikasi baik yang berkaitan de-ngan
penambangan timah maupun yang tidak; kesiapan sumber
daya manusia; menghadapi masalah lingkungan hidup;
serta pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
dampaknya pada kinerja dan posisi daya saing
perusahaan.
Untuk
menjawab tantangan tersebut,
PT Timah menyusun sistem pengelolaan dan
pengembangan SDM yang terintegrasi:
-
Sistem manajemen SDM komprehensif (mulai rekrutmen
hing-ga pemeliharaan SDM) dimana digunakan
pendekatan “win-win” & pencapaian
“kesejahteraan” bersama serta menerapkan
“equal opportunity” berdasarkan kompetensi dan
kredibilitas.
-
Proses pengembangan SDM berkesinambungan,
berjenjang dan berlandaskan Stakeholders Total
Values, dengan menggunakan pendekatan continuous
learning, dan pengembangan competence
(knowledge & skill), attitude (motivasi,
etika, budaya kerja) dan intellectual agility
(inovasi, adaptasi, imitasi)
PT
Timah memandang SDM sebagai Human Capital (sebagai
aset intelektual perusahaan, pusat inovasi, pembentuk
karakter dan citra peru-sahaan, serta pembentuk daya
saing perusahaan).
Dalam
rangka mewujudkan Human Capital yang tangguh,
unggul, bermartabat, PT Timah dilakukan program pengembangan
jangka pendek (optimasi kinerja teknis,
manaje-rial dan budaya dan penyelesaian masalah) dan jangka
menengah – panjang (terobosan baru dan
suksesi-regenerasi).
Pengembangan
Human Capital
ini terdiri dari:
-
Pengembangan
Formal :Program Pendidikan/
Pelatihan & Pengem-bangan baik yang dilakukan
se-cara Corporate – group – maupun Individual;
Internal & Eksternal, Indoor dan Outdoor;
serta Job rotation & Job enrichment
-
Pengembangan
Informal: self learning/belajar sendiri,
buddy system / proaktif membina rekan sekerja dan
coaching & counseling
Sistem
Pengembangan Berjenjang juga diterapkan di PT Timah
yaitu: Pengembangan Teknis Fungsional, Pengembangan
Manajemen Kepemimpinan dan Program Pengembangan
Karakter
Untuk
menuju Human
Capital yang tangguh, unggul, bermartabat, di-samping
program pengembangan di atas, PT Timah menanamkan
Buda-ya kerja 3 K (keterbukaan,
kebersa-maan dan kebersihan), dan sikap Kerja PTPRS
(percaya, terbuka, posistif, rasional, sadar biaya).
Yang dituangkan dalam Buku Pedoman Perilaku karyawan
(yang berisi hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan
hal-hal yang sebaiknya tidak
dilakukan, disamping buku Panduan Budaya Kerja
yang dibagikan kepada seluruh karyawan.
Program
pengembangan Human Capital PT Timah di atas selaras
dengan upaya PT Tiimah dalam berupaya
mewujudkan Good Corporate Governance,
dimana manajemen dituntut untuk lebih transparant,
independen, memiliki otoritas /akuntabilitas yang
muaranya adalah Total value’s stakeholders.
|