Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Laku: Pengembangan SDM Pasca Restrukturisasi di PT Timah

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

-

Pengembangan SDM Pasca Restrukturisasi di PT Timah

Pertemuan HRD Club yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2000 dengan menghadirkan pembicara dari PT Timah Tbk yang membahas topik “Pengembangan SDM Pasca Restrukturisasi di PT Timah”. Topik tersebut semula direncanakan dibawakan oleh Direktur Utama PT Timah Tbk. Bpk. Erry Riyana Hardjapamengkas, namun karena  berhalangan maka digantikan oleh Bpk Ari Fauzi, Direktur HRD PT Timah. Berikut adalah resume dari penjelasan yang disampaikan oleh Bpk Ari Fauzi.

PT Timah merupakan BUMN yang telah melakukan Restrukturisasi pada akhir tahun 1980 an, dimana perusahaan tersebut terpaksa mengurangi karyawannya dari 28. 000 orang hingga menjadi 5600 orang.

Latar belakang restrukturisasi   di PT Timah disebabkan oleh:

  • Faktor eksternal : Jatuhnya harga timah di pasaran  dunia bersamaan dengan hancurnya ITC (pengaturan semacam kartel akibat ditemukannya cadangan timah di Brazil yang identik kondisi di PT Timah 100 tahun lalu dan juga ditemukan cadang-an timah di RRC sehingga harga kembali mengikuti mekanisme pasar; munculnya komoditas pengganti; perubahan teknologi menuju teknologi hemat material; dan upaya penyehatan BUMN dan gerakan privatisasi.

  • Faktor internal: produktivitas & efisiensi rendah, biaya produksi di atas harga jual, beban fungsi dukungan sosial (infrastruktur di daerah Bangka, Belitung ditanggung PT Timah), jumlah karyawan terlalu besar (28.000 orang), sistem Informasi manaje-men tidak memadai,   defisit pen-danaan, dan hutang meningkat.

Berdasarkan pertimbangan di atas PT Timah melakukan restrukturisasi yang meliputi : reorganisasi (menjadi sederhana, ringkas, berfokus pada penambangan), relokasi kantor pusat dari Jakarta ke Pangkal Pinang, rekonstruksi (kapal keruk, bengkel, fasilitas produksi lain), dan pengalihan aset non produktif kepa-da instansi terkait / dijual/ hibah.

Hasil yang dicapai dari restrukturi-sasi tersebut mulai nampak pada tahun 1992 dimana perusahaan mu-lai meraih keuntungan, produktivitas meningkat dari semula 0.9 ton/karyawan menjadi 7 ton per karyawan.

Kini PT Timah memposisikan seba-gai perusahaan pertambangan timah terpadu (eksplorasi, penambangan, peleburan, pemasaran), memiliki kapasitas peleburan kedua terbesar di dunia yang mampu menghasilkan logam timah dengan tingkat kemur-nian dan kualitas yang konsisten dengan harga pokok terendah di dunia.

Pasca Restrukturisasi  PT Timah menghadapi tantangan seperti: fluktuasi harga timah vs biaya usaha; peningkatan persaingan; target pe-rtumbuhan perusahaan; penurunan cadangan timah dan tantangan di-versifikasi baik yang berkaitan de-ngan penambangan timah maupun yang tidak; kesiapan sumber daya manusia; menghadapi masalah lingkungan hidup; serta pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dampaknya pada kinerja dan posisi daya saing perusahaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut,  PT Timah menyusun sistem pengelolaan dan pengembangan SDM yang terintegrasi:

  •      Sistem manajemen SDM komprehensif (mulai rekrutmen hing-ga pemeliharaan SDM) dimana digunakan pendekatan “win-win” & pencapaian “kesejahteraan” bersama serta menerapkan “equal opportunity” berdasarkan kompetensi dan kredibilitas.

  •     Proses pengembangan SDM berkesinambungan, berjenjang dan berlandaskan Stakeholders Total Values, dengan menggunakan pendekatan continuous learning, dan pengembangan competence (knowledge & skill), attitude (motivasi, etika, budaya kerja) dan intellectual agility (inovasi, adaptasi, imitasi)

PT Timah memandang SDM sebagai Human Capital (sebagai aset intelektual perusahaan, pusat inovasi, pembentuk karakter dan citra peru-sahaan, serta pembentuk daya saing perusahaan).

Dalam rangka mewujudkan Human Capital yang tangguh, unggul, bermartabat, PT Timah dilakukan program pengembangan jangka pendek (optimasi kinerja teknis, manaje-rial dan budaya dan penyelesaian masalah) dan jangka menengah – panjang (terobosan baru dan suksesi-regenerasi).

Pengembangan Human Capital  ini terdiri dari:

  • Pengembangan Formal :Program Pendidikan/ Pelatihan & Pengem-bangan baik yang dilakukan se-cara Corporate – group – maupun Individual; Internal & Eksternal, Indoor dan Outdoor; serta Job rotation & Job enrichment

  • Pengembangan Informal: self learning/belajar sendiri, buddy system / proaktif membina rekan sekerja dan coaching & counseling

Sistem Pengembangan Berjenjang juga diterapkan di PT Timah yaitu: Pengembangan Teknis Fungsional, Pengembangan Manajemen Kepemimpinan dan Program Pengembangan Karakter

Untuk menuju  Human Capital yang tangguh, unggul, bermartabat, di-samping program pengembangan di atas, PT Timah menanamkan  Buda-ya kerja 3 K (keterbukaan, kebersa-maan dan kebersihan), dan sikap Kerja PTPRS (percaya, terbuka, posistif, rasional, sadar biaya). Yang dituangkan dalam Buku Pedoman Perilaku karyawan (yang berisi hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan hal-hal yang sebaiknya tidak  dilakukan, disamping buku Panduan Budaya Kerja yang dibagikan kepada seluruh karyawan. 

Program pengembangan Human Capital PT Timah di atas selaras dengan upaya PT Tiimah dalam berupaya  mewujudkan Good Corporate Governance, dimana manajemen dituntut untuk lebih transparant, independen, memiliki otoritas /akuntabilitas yang muaranya adalah Total value’s stakeholders.