Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Laku: Redefinisi Peran SDM

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

-

"Redefine HR Function"

Pertemuan HRD Club tanggal 4 Februari lalu membahas topik "Redefine HR Function", yang dibawakan Bpk Greg S. Alberto & Dikdik Sugiharto dari Arthur Andersen Business Consulting.

Perubahan ekonomi yang ditandai dengan adanya globalisasi, kema-juan teknologi, semakin dihargainya "intangible assets" serta masuknya generasi baru di lapangan kerja sangat besar pengaruhnya terhadap gaya hidup dan bekerja.

Perubahan sektor tenaga kerja dari sektor pertanian, beralih ke sektor industri, dan kemudian mulai beralih ke sektor jasa / pengetahuan, juga berdampak pada berubahnya praktek-praktek di bidang HRD antara lain:

  • Struktur organisasi, yang semula berbentuk hierarki kemudian menjadi Matrix dan sekarang mu-lai mengarah ke Network.
  • Praktek manajemen yang semula menganut garis perintah, kemu-dian menuju delegasi dan sekarang mengarah ke self entrepreneurship.
  • Corporate strategy , yang semu-la berdasar capital budgeting, kemudian beralih ke strategic planning dan sekarang mengarah learning organisation
  • Keselarasan perilaku, yang semula menunggu perintah, beralih ke complience dan sekarang mengarah ke self discipline
  • Kompetensi Individu, dari spesialis menjadi multi skill dan sekarang menuju T-skill (mengu-asai berbagai skill tetapi ada satu bidang yang dikuasai secara mendalam)
  • Rewards & Recognition, dari penghargaan berupa finansial beralih ke jenjang karir dan sekarang mengarah pengharga-an berbentuk aktualisasi diri

Di tingkat organisasi, menunjukkan gejala perubahan yang perlu diantisipasi antara lain:

  • Downsizing dan desentralisasi
  • Struktur organisasi yang flexible
  • Kebutuhan akan staff yang sema-kin sedikit dan berpengetahuan luas
  • Meningkatnya bentuk partnership / kemitraan dan outsourcing
  • Meningkatnya penggunaan tek-nologi

Perubahan lingkungan organisasi di atas menuntut perlunya perubahan dalam mengelola SDM. Apakah strategi HR kita sudah tepat? Apakah kita memiliki orang yang tepat? (jumlah, ketrampilan, meng-embangkan ketrampilan yang mere-ka butuhkan?) Apakah kita telah me-lakukan hal yang benar? (memberi kesempatan maju, karyawan yang puas, dan produktif) serta me-miliki infrastruktur yang memadai untuk dapat tumbuh dan berkelanjutan?

Perubahan di atas menuntut organisasi untuk dapat menyiapkan SDM dengan skill yang tinggi, ke-pemimpinan yang lebih baik, menun-jang tinggi kode etik , kemampuan bekerja dalam kelompok, sanggup bekerja lebih lama.

Peran HR di masa mendatang antara lain terbagi dalam empat fungsi, yaitu sebagai:

  1. Strategic Partner, yakni ber-peran dalam penyusunan visi, misi, dan value, berkontribusi da-lam keputusan bisnis, disamping menyusun kebijakan HR.
  2. Administrative Expert, yakni melaksanakan fungsi operasi-onal rutin, Analisa compensasi, proses rekrutmen / training, memelihara database karyawan
  3. Employee Champion, yakni berperan untuk menyeimbangkan beban pekerjaan dengan aspek manusiawi seperti kepuasan karyawan, membawakan aspirasi karyawan dalam keputusan manajemen
  4. Agent of Change , yakni berperan dalam memberdayakan karyawan untuk dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan organisasi, berperan dalam redesign organisasi / proses

Selain perubahan peran di atas, para praktisi HR hendaknya juga mengan-tisipasi berubahnya organisasi HRD, yang akan menjadi semakin ramping, membutuhkan tenaga ahli yang memiliki ketrampilan analitis dan interpersonal tinggi dan tanggap terhadap perubahan.