Pertemuan
HRD Club tanggal 4 Februari lalu membahas topik "Redefine
HR Function", yang dibawakan Bpk Greg S.
Alberto & Dikdik Sugiharto dari Arthur Andersen
Business Consulting.
Perubahan
ekonomi yang ditandai dengan adanya globalisasi,
kema-juan teknologi, semakin dihargainya
"intangible assets" serta masuknya
generasi baru di lapangan kerja sangat besar
pengaruhnya terhadap gaya hidup dan bekerja.
Perubahan
sektor tenaga kerja dari sektor pertanian, beralih
ke sektor industri, dan kemudian mulai beralih ke
sektor jasa / pengetahuan, juga berdampak pada
berubahnya praktek-praktek di bidang HRD antara
lain:
- Struktur
organisasi, yang semula berbentuk hierarki
kemudian menjadi Matrix dan sekarang mu-lai
mengarah ke Network.
- Praktek
manajemen yang semula menganut garis perintah,
kemu-dian menuju delegasi dan sekarang mengarah
ke self entrepreneurship.
- Corporate
strategy , yang semu-la berdasar capital
budgeting, kemudian beralih ke strategic
planning dan sekarang mengarah learning
organisation
- Keselarasan
perilaku, yang semula menunggu perintah, beralih
ke complience dan sekarang mengarah ke self
discipline
- Kompetensi
Individu, dari spesialis menjadi multi skill dan
sekarang menuju T-skill (mengu-asai berbagai
skill tetapi ada satu bidang yang dikuasai
secara mendalam)
- Rewards
& Recognition, dari penghargaan berupa
finansial beralih ke jenjang karir dan sekarang
mengarah pengharga-an berbentuk aktualisasi diri
Di
tingkat organisasi, menunjukkan gejala perubahan
yang perlu diantisipasi antara lain:
- Downsizing
dan desentralisasi
- Struktur
organisasi yang flexible
- Kebutuhan
akan staff yang sema-kin sedikit dan
berpengetahuan luas
- Meningkatnya
bentuk partnership / kemitraan dan outsourcing
- Meningkatnya
penggunaan tek-nologi
Perubahan
lingkungan organisasi di atas menuntut perlunya
perubahan dalam mengelola SDM. Apakah strategi HR
kita sudah tepat? Apakah kita memiliki orang yang
tepat? (jumlah, ketrampilan, meng-embangkan
ketrampilan yang mere-ka butuhkan?) Apakah kita
telah me-lakukan hal yang benar? (memberi kesempatan
maju, karyawan yang puas, dan produktif) serta me-miliki
infrastruktur yang memadai untuk dapat tumbuh dan
berkelanjutan?
Perubahan
di atas menuntut organisasi untuk dapat menyiapkan
SDM dengan skill yang tinggi, ke-pemimpinan yang
lebih baik, menun-jang tinggi kode etik , kemampuan
bekerja dalam kelompok, sanggup bekerja lebih lama.
Peran
HR di masa mendatang antara lain terbagi dalam empat
fungsi, yaitu sebagai:
- Strategic
Partner
,
yakni ber-peran dalam penyusunan visi, misi, dan
value, berkontribusi da-lam keputusan bisnis,
disamping menyusun kebijakan HR.
- Administrative
Expert,
yakni melaksanakan fungsi operasi-onal rutin,
Analisa compensasi, proses rekrutmen / training,
memelihara database karyawan
- Employee
Champion
,
yakni berperan untuk menyeimbangkan beban
pekerjaan dengan aspek manusiawi seperti kepuasan
karyawan, membawakan aspirasi karyawan dalam
keputusan manajemen
- Agent of
Change
, yakni berperan dalam memberdayakan karyawan
untuk dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan
organisasi, berperan dalam redesign organisasi /
proses
Selain
perubahan peran di atas, para praktisi HR hendaknya
juga mengan-tisipasi berubahnya organisasi HRD, yang
akan menjadi semakin ramping, membutuhkan tenaga
ahli yang memiliki ketrampilan analitis dan
interpersonal tinggi dan tanggap terhadap perubahan.