Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Laku: Developing a Comprehensive Training Evaluation

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

-

“Developing a Comprehensive Training Evaluation Program in Twenty Easy Steps”

HRD Club telah mengirimkan wakilnya (Bpk Abdul Rauf)  untuk mengikuti International Conference on Training & Develop-ment 2000 di Dallas, Texas, USA,. Konferensi yang diselenggarakan oleh oleh ASTD (American Society for Training & Development)   pada 19 – 25 Mei 2000 tersebut terbagi dalam 26 sesi yang secara paralel (1-20 stream) membahas sekitar 253 topik.

“Developing a Comprehensive Training Evaluation Program in Twenty Easy Steps” adalah salah satu pilihan topik yang dihadiri Pak Rauf dan dibagikan kepada  anggota HRD Club pada pertemuan .tanggal 7 Juli 2000 dan resumenya adalah sebagai berikut:

Saat ini problem yang dihadapi praktisi HRD bukan lagi seputar meyakinkan manajemen puncak tentang pentingnya aktivitas training. Yang menjadi perhatian Manajemen Puncak  berkaitan dengan training saat ini adalah : Sejauh mana training yang telah dilaksanakan  berdampak terhadap kinerja karyawan / perusahaan? Hal ini mengingat investasi dana dan waktu yang ditanamkan dalam aktivitas training tidaklah kecil. Bila dampaknya terhadap kinerja bisnis hanya tampak ‘samar-samar’ saja, kecenderungan manajemen adalah: lebih baik investasi di aktivitas lain.

Evaluasi training dalam 20 langkah

 Dennis Roscow, Direktur Learning & Development AT&T Broadband, mengidentifikasi 20 langkah program evaluasi training menyeluruh (CTEP = Comprehensive Training Evaluation Program), sebagi berikut:

1. Identifikasi sasaran organisasi. Hal ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis training yang menunjang pencapaian sasaran organisasi.

 2. Menentukan tujuan program evaluasi. Adanya kejelasan tujuan sangat penting dalam mendapatkan  dukungan dari manajemen.

3. Menetapkan standar performa untuk trainer. Performance trainer dalam memberikan training di kelas perlu diukur sebagai bagian dari performance appraisal.

4. Identifikasi sumber-daya untuk implementasi program evaluasi. Mencakup persyaratan administrasi maupun ketrampilan trainer yang diperlukan  dalam menjalankan evaluasi.

5. Membentuk tim evaluasi. Tim inilah yang bertugas menyusun program evaluasi training yang komprehensif.

6. Membuat analisis SWOT. Menjajagi sejauh mana kelebihan maupun kelemahan dept. training, peluang maupun ancaman dalam menerapkan CTEP.

7. Tentukan data indikator performa organisasi & karyawan. Program untuk mengukur performa-nce karyawan serta performance organisasi  perlu dikomunikasikan di seluruh jajaran organisas. Selain itu juga berguna  sebagai patokan / kriteria dalam mengevaluasi hasil training.

8. Menentukan kelompok peserta yang akan dievaluasi. Program evaluasi ini harus disusun berdasar target kelompok peserta.

9. Menentukan model proses evaluasi menyeluruh. Mengintegrasikan seluruh proses pelatihan mulai dari Training Need Analysis sampai evaluasi.

10. Menentukan prosedur/standar untuk mengembangkan program. Hal ini mencakup upaya bagaimana meng-customize CTEP untuk memastikan adanya evaluasi program pelatihan yang standard.

11. Membuat instrumen evaluasi. Ada empat tingkatan evaluasi suatu pelatihan, yaitu:

·       Evaluasi Tingkat pertama (Reac-tion): Evaluasi ini merupakan tingkatan evaluasi yang teren-dah, dimana mengukur tanggap-an peserta terhadap program pelatihan yang diselenggarakan.

·       Evaluasi tingkat kedua : Learning Dalam Learning ini,  evaluasi di-lakukan untuk mengetahui sebe-rapa jauh peserta memahami materi pelatihan. Evaluasi umum-nya dilakukan dalam bentuk tes tertulis, roleplay, atau latihan langsung.

·       Evaluasi tingkat ketiga (Beha-viour): Evaluasi jenis ini dilaku-kan untuk mengetahui sejauh mana mereka menerapkan kon-sep pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari.

·       Evaluasi tingkat empat (Results): Evaluasi jenis ini merupakan evaluasi tertinggi tingkatannnya, dimana mengukur seberapa besar improvement yang dicapai melalui program pelatihan tersebut. Evaluasi disini mencakup analisa cost & benefit.

12. Membuat metode pelaporan. Meliputi kegiatan analisa hasil evaluasi, serta penentuan pihak-pihak yang perlu diberikan laporan.

13. Membuat alat bantu rencana evaluasi. Hal ini mencakup identifikasi rencana kegiatan  untuk memudahkan trainer mencapai  sasaran training.

14. Kegiatan pengenalan  CTEP. Perlu diadakan pelatihan kepada para trainer tentang cara penggunaan CTEP

15. Melakukan proses audit. Audit ini bertujuan agar CTEP berjalannya efektif.

16. Menuliskan program CTEP. Membuat manual lengkap CTEP dan bagaimana mengaksesnya.

17. Tes program. Membuat ‘pilot-project’ penerapan CTEP.

18. Revisi program. Melakukan revisi CTEP berdasar hasil    ‘pilot-project’ (bila diperlukan).

19. Finalisasi program. Mereview program untuk memutuskan bentuk akhir CTEP.

20. Implementasi program. Mengkomunikasikan program CTEP dan mengimplementasikannya.