Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Laku: Managing Your Boss

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

-

Managing Your Boss

Pertemuan lalu dilaksanakan tanggal 16 Oktober 1998 di Jakarta Design Center dengan pembicara Bapak Cacuk Sudariyanto, mantan Dirut Telkom yang kini menjabat sebagai Dirjen Pengusaha Kecil dan Menengah (PKM). Beliau dalam ceramahnya membawakan topik: "Managing Your Boss".

Mengamati beberapa ceramah yang pernah diberikan Bpk Cacuk, topik Managing Your Boss merupakan sa-lah satu yang terbaik. Dibawakan de-ngan penuh keakraban dan diskusinya pun sangat hidup. Tentunya hal ini tidak lepas dari kayanya pengalaman beliau di berbagai bidang pekerjaan yang pernah ditanganinya, baik di pemerintahan, swasta maupun organisasi.

Menurut Pak Cacuk, ada perbedaan antara boss di pemerintahan, swasta dan organisasi. Di pemerintahan boss itu pegawai yang diangkat dengan SK, yang kemudian karena jabatannya, sebagian di antara mereka menjadi ‘sok bossy’, sementara di perusahaan swasta boss adalah ‘the real boss’ (owner), sedangkan di organisasi seperti HRD Club, ikatan alumni dan lainnya, semua orang (termasuk anda pembaca HRD Newsletter) adalah Boss.

Namun demikian Pak Cacuk juga mengingatkan bahwa "The real Boss is not the real number one". Boss dalam arti kata harfiah belum tentu adalah Boss sebenarnya. Kita harus tahu siapa decision makernya. Bisa jadi istrinya, staf kepercayaannya, dll.

Kesuksesan kerja kita tak lepas dari seberapa "allign" /sejalan kita dengan Boss kita. Sepandai apapun kita, tetapi jika visi kita ke selatan sementara Boss ke utara tentunya tidak akan ada titik temu. Dalam jangka panjang hanya akan menimbulkan kesulitan bagi kita sendiri. Kalau keadaan demikian anda rasakan, sebaiknya anda mulai baca-baca iklan lowongan kerja di koran.

Membina hubungan antara atasan bawahan memang berbeda dengan membina hubungan dengan partner kerja. Terciptanya hubungan baik dengan boss tidak menjadi tanggung jawab boss saja, tapi kita juga.

Untuk dapat sejalan dengan Boss, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:

  • pahami perusahaan anda
  • pahami dunia boss anda
  • membina hubungan baik dengan boss anda

Memahami perusahaan anda

Faktor-faktor eksternal seperti: rama-lan makro ekonomi, demografi, tekno-logi, financing, perburuhan, environ-ment, sosiologi dan politik sangat memperngaruhi kegiatan perusahaan. Faktor-faktor tersebut merupakan ‘concern’ boss anda. Anda sebaiknya juga mencermati hal-hal tersebut agar nyambung kalau diskusi.

Memahami dunia boss anda

Kegiatan Boss pada umumnya adalah seputar:

  • membuat keputusan (perencana-an, dan pengorganisasian, dele-gasi, pemecahan masalah
  • mempengaruhi bawahan (memoti-vasi, mengakui, menghargai)
  • membina hubungan (mendukung, networking, mengatasi konflik dan team building)
  • memberi-menggali informasi (me-nginformasikan, klarifikasi, monitor-ing)

Membina hubungan baik dengan boss anda

Untuk mewujudkan hubungan baik, anda Anda harus cukup memahami boss dari sisi: visi dan sasarannya, pressure yang dihadapinya, kekuatan, kelemahan, hal-hal yang tak diketahu-inya, serta gaya kerja yang disukai-nya. Kemudian cocokkan dengan diri anda serta keinginan anda: kekuatan dan kelemahan anda, personal style anda, kewenangan yang diinginkan. Jika terjadi kecocokan maka hubung-an kerja pun akan berjalan baik.

Menarik disimak adalah pengalaman beliau di lembaga pemerintahan dalam menghapus budaya "minta petunjuk". Hal ini beliau tandaskan berdasar pengamatan beliau bahwa orang Indonesia itu ‘humble’, minta petunjuk pada orang yang tak tahu.

Aturan yang beliau terapkan adalah : setiap bawahan yang menyampaikan usulan/ laporan harus mengikuti format sebagi berikut:

  • alinea 1 : berisi data / fakta,
  • alinea 2 : berisi opini / pendapat
  • alinea 3 : berisi saran
  • alinea 4 : berisi ‘penalti’, sepeti : "Jika sampai tanggal XX belum ada tanggapan dari Bapak maka kami akan melaksanakan usulan ini.

Dalam perjalanannya kemudian Alinea terakhir ini kemudian dibuat lebih ‘soft’ yaitu : Mohon komentar Bapak.

Lebih jauh Pak Cacuk menambahkan, bahwa ‘Smart’ dalam bekerja tidaklah cukup, keberhasilan kita 50% lagi tergantung pada ‘public relation’ kita, menangkan image anda !!!

Bagaiman mempurelkan diri sendiri? Lakukanlah upaya lebih.

Sebagai contoh kita dapat melihat lingkungan sekitar kita misalnya dimanakah teman-teman kuliah seangkatan kita sekarang? Sudah menjadi presiden direktur perusahaan, staf ahli menteri, atau pegawai biasa ?

Kenapa terjadi perbedaan yang menyolok antara satu orang dengan orang lain dalam periode yang sama.? Nasibkah atau upaya lebih? Nasib baik (peluang) hanya akan datang kalau kita siap. Dan kesiapan kita dipengaruhi oleh upaya lebih kita.

Dalam gambar di atas nampak bahwa besarnya sudut (upaya lebih) yang menentukan nasib (posisi) anda.

Dalam membina hubungan dengan Boss, kita harus memahami bahwa boss bukanlah orang yang sempurna, mereka juga manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan. Kebijaksanaan dan kedewasaannya juga belum tentu lebih tinggi dibanding bawahannya.

Seorang manager yang efektif akan memandang bahwa membina hubungan baik dengan boss sebagai bagian dari pekerjaan.