Managing
Your Boss
Pertemuan lalu
dilaksanakan tanggal 16 Oktober 1998 di Jakarta Design
Center dengan pembicara Bapak Cacuk Sudariyanto,
mantan Dirut Telkom yang kini menjabat sebagai Dirjen
Pengusaha Kecil dan Menengah (PKM). Beliau dalam
ceramahnya membawakan topik: "Managing Your
Boss".
Mengamati
beberapa ceramah yang pernah diberikan Bpk Cacuk,
topik Managing Your Boss merupakan sa-lah satu yang
terbaik. Dibawakan de-ngan penuh keakraban dan
diskusinya pun sangat hidup. Tentunya hal ini tidak
lepas dari kayanya pengalaman beliau di berbagai
bidang pekerjaan yang pernah ditanganinya, baik di
pemerintahan, swasta maupun organisasi.
Menurut Pak
Cacuk, ada perbedaan antara boss di pemerintahan,
swasta dan organisasi. Di pemerintahan boss itu
pegawai yang diangkat dengan SK, yang kemudian karena
jabatannya, sebagian di antara mereka menjadi ‘sok
bossy’, sementara di perusahaan swasta boss adalah
‘the real boss’ (owner), sedangkan di organisasi
seperti HRD Club, ikatan alumni dan lainnya, semua
orang (termasuk anda pembaca HRD Newsletter) adalah
Boss.
Namun demikian
Pak Cacuk juga mengingatkan bahwa "The real Boss
is not the real number one". Boss dalam arti kata
harfiah belum tentu adalah Boss sebenarnya. Kita harus
tahu siapa decision makernya. Bisa jadi istrinya, staf
kepercayaannya, dll.
Kesuksesan kerja
kita tak lepas dari seberapa "allign" /sejalan
kita dengan Boss kita. Sepandai apapun kita, tetapi
jika visi kita ke selatan sementara Boss ke utara
tentunya tidak akan ada titik temu. Dalam jangka
panjang hanya akan menimbulkan kesulitan bagi kita
sendiri. Kalau keadaan demikian anda rasakan,
sebaiknya anda mulai baca-baca iklan lowongan kerja di
koran.
Membina hubungan
antara atasan bawahan memang berbeda dengan membina
hubungan dengan partner kerja. Terciptanya hubungan
baik dengan boss tidak menjadi tanggung jawab boss
saja, tapi kita juga.
Untuk dapat
sejalan dengan Boss, ada tiga hal yang perlu
diperhatikan:
- pahami
perusahaan anda
- pahami dunia
boss anda
- membina
hubungan baik dengan boss anda
Memahami
perusahaan anda
- Faktor-faktor
eksternal seperti: rama-lan makro ekonomi,
demografi, tekno-logi, financing, perburuhan,
environ-ment, sosiologi dan politik sangat
memperngaruhi kegiatan perusahaan. Faktor-faktor
tersebut merupakan ‘concern’ boss anda. Anda
sebaiknya juga mencermati hal-hal tersebut agar
nyambung kalau diskusi.
Memahami
dunia boss anda
Kegiatan Boss
pada umumnya adalah seputar:
- membuat
keputusan (perencana-an, dan pengorganisasian,
dele-gasi, pemecahan masalah
- mempengaruhi
bawahan (memoti-vasi, mengakui, menghargai)
- membina
hubungan (mendukung, networking, mengatasi konflik
dan team building)
- memberi-menggali
informasi (me-nginformasikan, klarifikasi,
monitor-ing)
Membina hubungan
baik dengan boss anda
Untuk mewujudkan
hubungan baik, anda Anda harus cukup memahami boss
dari sisi: visi dan sasarannya, pressure yang
dihadapinya, kekuatan, kelemahan, hal-hal yang tak
diketahu-inya, serta gaya kerja yang disukai-nya.
Kemudian cocokkan dengan diri anda serta keinginan
anda: kekuatan dan kelemahan anda, personal style anda,
kewenangan yang diinginkan. Jika terjadi kecocokan
maka hubung-an kerja pun akan berjalan baik.
Menarik disimak
adalah pengalaman beliau di lembaga pemerintahan dalam
menghapus budaya "minta petunjuk". Hal ini
beliau tandaskan berdasar pengamatan beliau bahwa
orang Indonesia itu ‘humble’, minta petunjuk pada
orang yang tak tahu.
Aturan yang
beliau terapkan adalah : setiap bawahan yang
menyampaikan usulan/ laporan harus mengikuti format
sebagi berikut:
- alinea 1 :
berisi data / fakta,
- alinea 2 :
berisi opini / pendapat
- alinea 3 :
berisi saran
- alinea 4 :
berisi ‘penalti’, sepeti : "Jika sampai
tanggal XX belum ada tanggapan dari Bapak maka
kami akan melaksanakan usulan ini.
Dalam
perjalanannya kemudian Alinea terakhir ini kemudian
dibuat lebih ‘soft’ yaitu : Mohon komentar Bapak.
Lebih jauh Pak
Cacuk menambahkan, bahwa ‘Smart’ dalam bekerja
tidaklah cukup, keberhasilan kita 50% lagi tergantung
pada ‘public relation’ kita, menangkan image anda
!!!
Bagaiman
mempurelkan diri sendiri? Lakukanlah upaya lebih.
Sebagai contoh
kita dapat melihat lingkungan sekitar kita misalnya
dimanakah teman-teman kuliah seangkatan kita sekarang?
Sudah menjadi presiden direktur perusahaan, staf ahli
menteri, atau pegawai biasa ?
Kenapa terjadi
perbedaan yang menyolok antara satu orang dengan orang
lain dalam periode yang sama.? Nasibkah atau upaya
lebih? Nasib baik (peluang) hanya akan datang kalau
kita siap. Dan kesiapan kita dipengaruhi oleh upaya
lebih kita.
Dalam gambar di
atas nampak bahwa besarnya sudut (upaya lebih) yang
menentukan nasib (posisi) anda.
Dalam membina
hubungan dengan Boss, kita harus memahami bahwa boss
bukanlah orang yang sempurna, mereka juga manusia
biasa yang tak lepas dari kekurangan. Kebijaksanaan
dan kedewasaannya juga belum tentu lebih tinggi
dibanding bawahannya.
Seorang manager
yang efektif akan memandang bahwa membina hubungan
baik dengan boss sebagai bagian dari pekerjaan.
|