"E-Learning
dan Peranannya dalam pengembangan SDM"
Pertemuan
akhir tahun 2000 lalu, berlangsung pada tanggal 15 Desember
2000, membahas topik "E-Learning dan Peranannya
dalam pengembangan SDM" yang dibawakan oleh Bpk Greg S.
Alberto & Ibu Maya Kartika dari Arthur Andersen Business
Consulting.
Dengan
berkembangnya teknologi informasi, maka proses belajarpun
mengalami perubahan. Adanya media internet yang memungkinkan
kita mengakses ke berbagai sumber informasi serta semakin
banyaknya online training provider, memberikan wahana baru
bagi perusahaan untuk meningkatkan skill karyawannya melalui
E-learning. E-learning mencakup kegiatan peran-cangan,
pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan pendidikan dan
pelatihan melalui internet atau intranet.
Cikal
bakal E-learning bermula dari sistem belajar jarak jauh
dengan media teleconferencing, audio cassette, video
cassette, kemudian berkem-bang menjadi computer based
trai-ning dengan media CD-ROM. Yang terkini adalah web based
training dengan media internet, dimana proses belajar dapat
dilakukan secara realtime, dan interaktif.
Menghadapi
tantangan dunia bisinis dimana populasi pembelajar semakin
heterogen, lingkungan yang berubah cepat, dan pekerjaan yang
semakin kompleks, E-learning memiliki kelebihan dibanding
metode training konvensional. Dalam E-learning, kurikulum
dapat disesuaikan sesuai kebutuhan individu, proses belajar
dapat disesuaikan dengan ketersediaan waktu, module training
dapat mudah diupdate (online updated), dapat dilaksanakan
dimana saja (tidak membutuhkan ruang pelatihan khusus),
kemudahan mengakses ke sumber-sumber yang expert.
Manfaat
E-learning, bagi karyawan antara lain memberi kemudahan
akses mengikuti training, yang berarti peluang untuk
mengembangkan karir. Bagi perusahaan, dengan E-learning
dapat menghemat biaya training dan menghemat waktu. Survai
yang dilakukan oleh Arthur Andersen pada tahun 2000
menunjukkan beberapa manfaat E-Learning yaitu: hemat waktu,
hemat biaya travelling, flexibel, mudah maintenance dan
update-nya, interaktif, dapat disesuaikan dengan kebutuhan
dan user friendly.
Beberapa
kendala hal yang menurut responden perlu dipertimbangkan an-tara
lain: syndrom komputer, budaya perusahaaan, biaya,
keterbatasan staf IT , dan kurangnya informasi . Iplementasi
E-Learning project harus dilihat dari 4 persepektif: 1.
Strategy: Top management invol-vement,dampaknya terhadap
stra-tegi HR, tingkat pengembalian (ROI) 2. Organisasi:
keterlibatan line manajemen, dampaknya terhadap proses
operasional 3. Teknologi: dibutuhkannnya IT support,
termasuk budget IT 4. Human Resource: ketelibatan HR,
dampaknya terhadap manajemen SDM
Apa
saja yang perlu diperhatikan organisasi sebelum
mengimplemen-tasikan E-Learning?
1.
Sumberdaya Finansial
2.
Akses ke komputer untuk setiap personil
3.
Lingkungan kerja yang menuntut kebutuhan untuk E-learning
4.
Budaya perusahaan yang mendorong penerapan E-learning
5.
Pentingnya realistic timetable
6.
Tersedianya supporting staff yang mengelola
Ada
dua tahap implementasi E-Learning, yaitu:
a.
Tahap Design, hal-hal yang perlu diperhatikan: - training
expertise - identifikasi persyaratan trainee - mengembangkan
solusi teknologi - menyusun metode instruksional (kurikulum,
forum diskusi, assessment)
b.
Tahap Pengembangan, hal-hal yang perlu diperhatikan: - meng-install
server - menyusun arsitektur internet - menginformasikan
kepada users - mengadakan pelatihan cara pengoperasian -
menyediakan technical support - update & maintenance -
coach kepada users
Apakah
kunci keberhasilan E-learning?
1.
E-Learning hanya sesuai untuk beberapa jenis training saja,
kurang efektif untuk training yang menyangkut interpersonal
skill/negoti-ation skill, dimana interaksi antar manusia
dibutuhkan
2.
Analisa cost benefit yang akurat
3.
Libatkan sebanyak mungkin ang-gota organisasi untuk
mengguna-kan E-learning
|