Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Laku: Pengembangan SDM Pasca Restrukturisasi di PT Timah

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

-

"E-Learning dan Peranannya dalam pengembangan SDM"

Pertemuan akhir tahun 2000 lalu, berlangsung pada tanggal 15 Desember 2000, membahas  topik "E-Learning dan Peranannya dalam pengembangan SDM" yang dibawakan oleh Bpk Greg S. Alberto & Ibu Maya Kartika dari Arthur Andersen Business Consulting.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, maka proses belajarpun mengalami perubahan. Adanya media internet yang memungkinkan kita mengakses ke berbagai sumber informasi serta semakin banyaknya online training provider, memberikan wahana baru bagi perusahaan untuk meningkatkan skill karyawannya melalui E-learning. E-learning mencakup kegiatan peran-cangan, pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan pendidikan dan pelatihan melalui internet atau intranet.

Cikal bakal E-learning bermula dari sistem belajar jarak jauh dengan media teleconferencing, audio cassette, video cassette, kemudian berkem-bang menjadi computer based trai-ning dengan media CD-ROM. Yang terkini adalah web based training dengan media internet, dimana proses belajar dapat dilakukan secara realtime, dan interaktif.

Menghadapi tantangan dunia bisinis dimana populasi pembelajar semakin heterogen, lingkungan yang berubah cepat, dan pekerjaan yang semakin kompleks, E-learning memiliki kelebihan dibanding metode training konvensional. Dalam E-learning, kurikulum dapat disesuaikan sesuai kebutuhan individu, proses belajar dapat disesuaikan dengan ketersediaan waktu, module training dapat mudah diupdate (online updated), dapat dilaksanakan dimana saja (tidak membutuhkan ruang pelatihan khusus), kemudahan mengakses ke sumber-sumber yang expert.

Manfaat E-learning, bagi karyawan antara lain memberi kemudahan akses mengikuti training, yang berarti peluang untuk mengembangkan karir. Bagi perusahaan, dengan E-learning dapat menghemat biaya training dan menghemat waktu. Survai yang dilakukan oleh Arthur Andersen pada tahun 2000 menunjukkan beberapa manfaat E-Learning yaitu: hemat waktu, hemat biaya travelling, flexibel, mudah maintenance dan update-nya, interaktif, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan user friendly.

Beberapa kendala hal yang menurut responden perlu dipertimbangkan an-tara lain: syndrom komputer, budaya perusahaaan, biaya, keterbatasan staf IT , dan kurangnya informasi . Iplementasi E-Learning project harus dilihat dari 4 persepektif: 1. Strategy: Top management invol-vement,dampaknya terhadap stra-tegi HR, tingkat pengembalian (ROI) 2. Organisasi: keterlibatan line manajemen, dampaknya terhadap proses operasional 3. Teknologi: dibutuhkannnya IT support, termasuk budget IT 4. Human Resource: ketelibatan HR, dampaknya terhadap manajemen SDM

Apa saja yang perlu diperhatikan organisasi sebelum mengimplemen-tasikan E-Learning?

1. Sumberdaya Finansial

2. Akses ke komputer untuk setiap personil

3. Lingkungan kerja yang menuntut kebutuhan untuk E-learning

4. Budaya perusahaan yang mendorong penerapan E-learning

5. Pentingnya realistic timetable

6. Tersedianya supporting staff yang mengelola

Ada dua tahap implementasi E-Learning, yaitu:

a. Tahap Design, hal-hal yang perlu diperhatikan: - training expertise - identifikasi persyaratan trainee - mengembangkan solusi teknologi - menyusun metode instruksional (kurikulum, forum diskusi, assessment)

b. Tahap Pengembangan, hal-hal yang perlu diperhatikan: - meng-install server - menyusun arsitektur internet - menginformasikan kepada users - mengadakan pelatihan cara pengoperasian - menyediakan technical support - update & maintenance - coach kepada users

Apakah kunci keberhasilan E-learning?

1. E-Learning hanya sesuai untuk beberapa jenis training saja, kurang efektif untuk training yang menyangkut interpersonal skill/negoti-ation skill, dimana interaksi antar manusia dibutuhkan

2. Analisa cost benefit yang akurat

3. Libatkan sebanyak mungkin ang-gota organisasi untuk mengguna-kan E-learning