Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

HRDClub: Topik Lalu: Kiat Menghadapi Stress

-

 

Since: 12 Sept 1998

 

 

-

Kiat Mengatasi Stress Dalam Situasi Krismon

Pertemuan lalu dilaksanakan tanggal 28 Agustus 1998 di Jakarta Design Center dengan pembicara Bapak Santono Mukadis, psikolog yang sering muncul di televisi dengan ucapan khasnya : " putus asa ….jangan !.

Topik yang sebelumnya akan disampaikan beliau adalah " Kiat mengatasi stress dalam situasi Krismon". Namun pada awal ……………………bahwa situasi yang kita alami dalam waktu setahun lebih ini sudah bukan waktu situasi krisis lagi, kita tak perlu berlarut - larut dengan situasi ini dan sebaiknya kita mulai mengkonsentrasikan upaya kita lebih kedepan yakni menghadapi pasca krisis.

Tentunya dengan perubahan topik tersebut, di saat yang sudah tak mungkin diinformasikan kembali kepada peserta lain, mengundang kekecewaan beberapa anggota HRD Club yang tak hadir.

Namun demikian, kami mencoba menyarikan hal - hal yang telah disampaikan oleh Bapak Sartono Mukadis kepada 107 eksekutif HRD yang hadir pada pertemuan tersebut, yang kemudian kami beri judul : "Kesiapan menghadapi pacsa krisis".

Menurut beliau, keadaan yang dialami negara kita dewasa ini tidak ada padanya di dunia. Semakin banyak kasus PHK yang terjadi. Kalau kemarin kita masih dapat cerita "dia" yang di-PHK, maka sekarang cerita sudah berubah mejadi "kamu" dan besak mungkin saya.

Pesan yang ingin beliau sampaikan kepada kita adalah agar kita jangan mengabaikan adanya kemungkinan tersebut dapat terjadi pada kita. Dengan mengantisifasi hal terburuk tersebut, kita harusnya dapat mempersiapkan diri melalui langkah - langkah apa yang perlu kita lakukan.

Situasi Krismon saat ini membuat sebagian di antara kita secara otomatis melakukan penghematan di segala bidang seperti training, atau program pengembangan lainnya, bahkan mem-PHK-kan karyawan kita yang potensial.

Jika keadaan ini kita biarkan terus berlarut - larut maka kompentensi kita semakin menurun, sehingga pada saat kondisi ekonomi membaik kita dapat memiliki sumber daya yang ubdate, kita dapat menjawab tantangan persaingan bisnis yang semakin meningkat, yaitu era pasar bebas, dan peluang pun lepas dari tangan kita.

Contoh yang paling jelas adalah sebagian pasar dunia mulai menuntut pemasoknya untuk menerapkan sistem manajemen ISO 9000. Namun dengan alasan krismon, maka perusahaan memutuskan bahwa program ISO 9000 ditunda dulu. Tidakkah Anda menyesal jika krismon berakhir dan perusahaan belum ber-ISO, sehingga Anda tidak mendapat proyek gara - gara belum ber-ISO.

Tentunya contoh di atas dapat dianatologikan dengan tindakan - tindakan lain yang seharusnya kita lakukan pada saat krismon ini, untuk menghadapi tuntutan persaingan bisnis mendatang. tentunya dengan cara yang efisien.

Dalam mengantisipasi persaingan bisnis mendatang, sekarang adalah saat yang tepat bagi kita, para eksekutif HRD, untuk melakukan transformasi budaya.

Budaya apa sajakah yang perlu ditransformasi ?

  1. Dari Open Bureaucary menuju Entrepreunership.
  2. Dari High Personal Fulfilment menuju High Personal Fulfilment.
  3. Dari Moderate Teamwork menuju High Tearmwork.
  4. Dari Strong Loyaity menuju Strong Loyaity.
  5. Dari Clean & Hardworking menuju Clean & & Hardworking.
  6. Dari Top Down Decision Making menuju Combined Decision Making.
  7. Dari Inward Looking menuju Outward Looking.
  8. Dari Low Timelines menuju High Urgency.
  9. Dari Avoid Confict menuju Constructive Resolution.
  10. Dari Lack Quality Definition menuju Quality Definition / Standard.
  11. Dari Moderately Important Customers menuju Pre Eminently Important Customers.

Bagaimana proses tranformasi budaya - budaya tersebut ? Beberapa aktivitas program yang dapat disarankan antara lain :

  1. Team Building.
  2. Customers Services.
  3. Attitude Change.
  4. Service Index Appraise.
  5. Timelines Appraisal.
  6. Top Down Disseminent.
  7. Team Participation