Para Eksekutif HRD Yth.,
Perubahan yang
cepat di era reformasi dan globalisasi diantisipasi
memunculkan “kejutan-kejutan” yang mungkin sudah dialami oleh
sebagian di antara kita, dan bukannya tidak mungkin sebagian yang lainnya
dapat mengalaminya juga. Dalam pertemuan mendatang HRD Club akan mengulas
tips-tips bagaimana kita para pelaku bisnis dalam memimpin dan melakukan
transformasi di era reformasi ini.
Perubahan yang
telah terjadi di antaranya adalah munculnya Multi Serikat Pekerja, yang telah
dibahas dalam pertemuan lalu, kami sarikan pada edisi Newsletter kali ini. |
|
Perubahan-perubahan
apa yang terjadi dalam bidang HRD juga perlu kita ikuti. Oleh karena itu HRD
Club akan mengirimkan wakilnya untuk hadir dalam konferensi ASTD, untuk
kemudian “oleh-oleh” ilmu /informasi terbaru dalam bidang ke HRD-an, dibagikan kepada semua anggota HRD Club.
Setelah
berhasil dilaksanakan pada tahun lalu, pada kesempatan ini kami informasikan
bahwa, HRD Club akan mengadakan kembali program Program Pelatihan Dua Hari Manajemen SDM bagi Manajer
SDM Pemula. Tempat terbatas,
jangan lewatkan kesempatan baik ini.
Salam
Redaksi
Pertemuan
24
Maret 2000
Pertemuan
HRD Club tanggal 24 Maret lalu membahas topik "Ratifikasi
Konvensi ILO NO. 87 Tentang Kebebasan Berserikat serta dampaknya dalam Sistem
Multi Serikat Pekerja di Indonesia",
yang dibawakan Oleh: Bpk. Purbadi Hardjoprajitno, SH, Sekjen DPP APINDO.
Pada
bulan Juni 1998 Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konven-si ILO No. 87
tentang Kebebasan Berserikat. Dengan demikian Indo-nesia telah meratifikasi
Konvensi Dasar ILO secara keseluruhan yang meliputi:
-
Konvensi ILO No.
29 tentang Kerja Paksa atau Kerja
Wajib
-
Konvensi
ILO 98 tentang Hak-Hak Dasar untuk Berorganisasi (1956)
-
Konvensi ILO No.
100 tentang Pengupahan Pekerja Laki-Laki dan Wanita (1957)
-
Konvensi ILO
No. 87 tentang Kebebasan Berserikat (1998)
-
Konvensi ILO
No.105
tentang Penghapusan Kerja Paksa (1999)
-
Konvensi ILO No.
138 tentang Usia Minimum Pekerja (1999)
-
Konvensi ILO
No. 111 tentang Diskriminasi Pekerjaan & Jabatan (1999)
Implikasi
bagi Kehidupan Dunia Usaha
Penerapan
Konvensi ILO No. 87 tentang Kebebasan Berserikat & Perlindungan Hak
Berorganisasi yang dituangkan dalam Keputusan Presiden RI No. 83 tahun 1998
akan membawa konsekuensi berlakunya Multi
Serikat Pekerja di Indonesia sebagai pengalaman baru yang diperkirakan
menimbulkan masalah-masalah baru bagi dunia usaha.
Hal ini
diperberat oleh kenyataan bahwa selama 32 tahun ini Indonesia menganut doktrin
serba tunggal, termasuk dalam mengurus serikat pekerja tunggal (SPSI) yang
penuh dengan intervensi pemerin-tah. “Dengan satu SP saja sudah pusing,
apalagi banyak SP dalam satu perusahaan !” adalah ungkapan yang
menggambarkan kecemasan para manajer personalia khususnya dan pimpinan
perusahaan pada umumnya. Serempak sesudah ratifi-kasi, telah lahir 21 Federasi
Serikat Pekerja (Data Desember 1999).

Masalah-Masalah
Potensial
Sekalipun
masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan ratifikasi Konvensi ILO No. 87
belum ber-munculan sampai hari ini, namun
para Pimpinan Perusahaan dan HRD Manager dapat mengantisipasi
masalah-masalah potensial yang bakal dihadapi, antara lain:
- Persaingan antara SP yang bisa
mengganggu proses produksi
- Kebingunan para pekerja dan
pimpinan perusahaan dalam menghadapi berbagai SP
- Penyesuaian semua peraturan dan
perundangan ketenagakerjaan
- Penafsiran tentang Konvensi yang
berbeda-beda dari pejabat/instansi satu dengan yang lain
- Pelanggaran ketentuan-ketentuan
normatif yang belum dipahami sehingga memancing tuntutan-tuntutan dan
pemogokan
- Eforia kebebasan berserikat yang
menafsirkan kebebasan seakan-akan tanpa batas
- Kerancuan jabatan mana yang boleh
menduduki pengurus SP
- Lahirnya banyak pemimpin baru SP
yang tanpa melalui proses pengkaderan yang matang sehingga lebih banyak
memungkinkan petualangan politik daripada menyuarakan amanat hidup
pekerja.
- Campur tangan partai-partai politik
untuk merebut massa pekerja melalui SP.
Kesimpulan
Dari tinjauan
berbagai segi, harus diakui bahwa pada saat ini Indonesia, baik pemerintah,
pengu-saha, maupun pekerjanya belum siap untuk menghadapi segala per-masalahan
yang berkaitan dengan berlakunya ratifikasi Konvensi ILO No. 87. Namun hal ini
bukan berarti terlambat, asalkan persiapan segera dimulai, karena era
Reformasi telah membuka peluangnya.(Diringkas
oleh Paulus A Setiawan, PQM Consultants)

HRD
CLINIC
T
Program-program penghargaan
karyawan apa saja yang bisa diterapkan di perusahaan untuk me-retain karyawan
dan meningkatkan produktifitas kerja di luar paket remunerasi dan insentif?
J
Untuk me-retain karyawan
yang baik dan sekaligus meningkatkan produltivitasnya tidak dapat dilaku-kan
dengan cara sepotong-sepo-tong. Programnya harus menyeluruh dari rekrut sampai
pension yang meliputi empat baik, yaitu:
-
Pendayagunaan yang
baik
-
Perlakuan
yang baik
-
Pemeliharaan
yang baik (termasuk kompensasi dan penghargaan)
-
Pengembangan
yang baik
T
Perihal hubungan dengan SP: Kapan SP bertindak sebagai partner perusahaan
dan kapan sebagai wakil pekerja?
J
Dalam hal kepentingan
bersama untuk mencapai tujuan usaha bersama maka SP berlaku sebagai partner
dalam usaha. Apabila asas kepentingan bersama ini dipegang teguh dan
dilaksanakan secara efektif oleh semua pihak, maka SP tidak perlu berperan
mendua, sebab kepentingan pekerja adalah identik dengan kepentingan perusahaan
T
Bagaimana mendisiplinkan famili Dirut? Sudah diberikan peringatan, tetapi
cuma efektif satu tahun, kemudian berulang terjadi lagi. Saya sebagai HRD
Manager harus bagaimana ? Kalau saya diamkan yang lainnya komplain.
J
Sebaiknya dibicarakan dengan Dirutnya dan minta sarannya. Mudah-mudahan
Dirut bisa memi-sahkan antara hubungan keluarga dengan hubungan kerja, tidak
dicam-puradukan, sehingga Anda bisa me-nerapkan disiplin yang sama seperti
terhadap yang lain. Perlu diberitahu-kan pada Dirut tentang pengaruhnya yang
luas dan panjang terhadap kehidupan organisasi apabila pimpinan tidak mampu
mengatasi masalah tersebut.

PELATIHAN
Manajemen SDM bagi Manajer SDM Pemula
Bersama
ini dengan gembira kami informasikan bahwa HRD Club bermaksud mengadakan
kembali Program Pelatihan Dua Hari Manajemen SDM bagi Manajer
SDM Pemula.
Pada
tahun lalu program ini diikuti 53 peserta dari berbagai perusahaan. Sasaran
program ini adalah untuk meningkatkan dan mengoptimalkan peran Manajer HRD/SDM,
terutama Manajer HRD/SDM Pemula dalam perannya mengembangkan SDM di perusahaan.
Program
Pelatihan tersebut dijadwal-kan pada tanggal 20-21 Juli 2000, dengan biaya
sebesar Rp. 600.000,- per peserta.
Instrukturnya adalah para praktisi/Konsultan yang juga merupakan
anggota HRD Club. Pendaftaran
dapat dilakukan langsung ke Sekretariat HRD Club.

BURSA KERJA
Dibutuhkan:
1. HR Manager, Perempuan, usia
maks. 35th, Sarjana, pengalaman
2.
Training Officer, usia maks. 30 th, Sarjana, pengalaman
Hubungi:
PT Secure Par-king, astarita@securindo.co.id
3.
HR Manager, Sarjana Psikologi / Hukum, pengalaman 5th, usia 36-40th ,lancar
Bahasa Inggris, Bahasa Perancis lebih disukai.
Hubungi:
PT Indokomas Buana Perkasa, Kaw Industri Puloga-dung, Jl Rawagelam IV No. 9
Jkt 13930 (sebelum 1 May 2000)
4.
HRD & GA Division Manager, Sar-jana, pengalaman 5
th di bidang HRD dan 3 th sebagai manager manufaktur , usia maks. 45 th,
lancar Bahasa Inggris.
Hubungi: Corporate HRD, PT Asiacross Investindo, PO Box
4359, JKP – 10043

ASTD
International Conference & Exposition
Untuk
dapat memberikan informasi terbaru dalam bidang ke-HRD-an, maka HRD Club
mengirimkan wakil-nya (Bpk Abdul Rauf) untuk mengikuti konferensi
internasional dalam bidang Training & Development yang dise-lenggarakan
oleh American Society for Training &
Development (ASTD), pada tanggal 21-25 Mei 2000 di Dallas, Texas, USA.
Kita
tunggu “oleh-oleh” dari konferen-si tersebut, untuk disampaikan dalam
pertemuan HRD Club mendatang.
Bagi
anggota HRD Club yang bermi-nat menghadiri konferensi ASTD, dapat mengakses informasi lebih lanjut di: www.astd.org
atau dapat menghubungi sekretariat HRD Club.

Pertemuan
Mendatang
Memasuki
era globalisasi, serta reformasi banyak hal-hal yang berubah dengan cepat.
Krisis moneter, mer-ger, akuisisi, likuidasi , dan demons-trasi karyawan
merupakan menu utama di media masa. Sudah
siapkah kita menghadapinya? Bagaimana kita memanajemeni perubahan –perubahan
tersebut ?
Untuk
menjawab pertanyaan di atas, pada pertemuan mendatang, HRD Club akan membahas
topik dengan judul “Managing
Transformation” yang akan dibawakan oleh Drs. Eddi Sutanto, Partner PQM
Consultants.
Pertemuan HRD
Club mendatang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2000, di Jakarta Design
Center, Jl. Let Jend S Parman Jakarta.
Sekian
informasi dari HRD Club, sampai jumpa pada pertemuan mendatang.
Redaksi
Nunung B. Hertin, Dinar Verawaty
Alamat Redaksi: Jl. A Yani Kav 65, Jakarta 10510
Telp/Fax:4206325
E-mail: dv@pqm-iris.co.id
